HAL-HAL SAAT MELAKUKAN AQIQAH YANG BAIK DAN BENAR

Menurut bahasa ‘Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan ‘Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan . bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur.

Ketentuan syarat jumlah hewan  yang harus dikorbankan :

  1. untuk anak laki-laki 2 ekor qurban.
  2. untuk anak wanita 1 ekor qurban.
Hal-hal yang perlu di lakukan kepada bayi saat di aqiqah :

  1. Mencukur rambutnaya setelah menyembelih hewan qurban untuk aqiqah.
  2. Mengoleskan minyak wangi ke kepalanya.
  3. Mengoleskan buah kurma/air gula pada bibir bayi.
  4. Memberikan nama kepada sang bayi.
  5. Menimbang berat rambut lalu membeli emas sesuai dengan berat rambut dan menginfaqkannya kepada fakir miskin.

Hal-hal yang harus di perhatikan dalam memilih hewan qurban untuk aqiqah :

  1. Hewan berumur minimal 1 tahun  atau lebih.
  2. Berkeadaan sehat dan tidak terdapat kecacatan fisik.
  3. Hewan yg dianjurkan : domba, kambing, sapi, onta.

Hal-hal yang harus di perhatikan saat menyembelih hewan qurban aqiqah :

  1. Penyembelih menghadap ke kiblat.
  2. Membaca bismilah  dan  niat saat menyembelih, Niatnya ”Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.”
  3. Memisahkan daging dari tulang tanpa harus merusak tulang/mematahkannya.

Cara membagikan daging aqiqah:

  1. memasaknya dengan rasa manis,(semur daging).
  2. memberikan kepada tetangga-tetangga dan fakir miskin.
Yang kadang di lupakan namun perlu diperhatikan :
Hukum qurban aqiqah adalah sunnah namun bisa menjadi wajib jika di sebutakan niat  aqiqah kepada orang lain ketika membawa hewan jika sudah menjadi wajib maka keluarga tidak dapat memakan daging qurban dikarenakan sudah menjadi haram baginya dan keluarganya. Jika sudah memakan dapat menggantinya dengan apa dan seberapa yang di makannya dengan membeli dan memberikan kepada fakir miskin.
Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga
Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.Para pengikut Imam Syafi’i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Doa bayi baru dilahirkan

Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin

Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)

Hikmah Aqiqah

Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa hikmah diantaranya :

1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.

2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.” [3]. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.

3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)”.

4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.

5. Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.

Sumber Rujukan

* Subulussalam (4/189, 4/190, 4/194)

* Al Asilah Wal Ajwibah Al Fiqhiyyah (3/33-35, 3/39-40)

* Mukhtashar Al Fiqhil Islamiyy 600

* Tuhfatul Wadud Fi Ahkamil Maulud, Ibnu Al Qayyim 46-47

* Al Muntaqaa 5/195-196

* Mulakhkhash Al Fiqhil Islamiy 1/318

* Fatawa Islamiyyah 2/324-327; Irwaul Ghalil (4/389, 4/405)

* Minhajul Muslim, Abu Bakar Al Jazairiy 437

One thought on “HAL-HAL SAAT MELAKUKAN AQIQAH YANG BAIK DAN BENAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s